Adil menurut saya adalah seimbang. Adil juga dapat dikatakan
sebagai sesuatu yang kita terima dengan ikhlas. Keadilan di Indonesia menurut
saya sangat jauh dari kata pantas. Banyak keadilan yang dapat dibeli. Seorang turis
pernah berkata “apa yang tidak bisa dibeli di Indonesia?”
Ya hampir semua hal dapat dibeli di Indonesia mulai dari
barang sampai orangpun dapat dibeli di Indonesia. Keadilan juga dapat dibeli di
Indonesia. Harga keadilan di Indonesia sangat murah bagi mereka kalangan orang –
orang besar. Mereka masih bisa jalan – jalan dan menonton pertandingan olahraga
kesukaan mereka saat di penjara.
Bagi mereka masuk penjara hanyalah pindah rumah. Mereka masih
bisa menonton acara TV kesukaan mereka. Mereka juga bisa memesan home teater
mereka sendiri didalam kamar tahanan. Bahkan masih ada yang sempat membeli alat
– alat kecantikan untuk merias wajah mereka.
Bandingkan dengan maling ayam yang dibakar masa. Bayangkan pula
dengan seorang nenek yang mencuri sebuah cokelat untuk cucunya, dan akhirnya si
nenek diberi hukuman berat hanya karena cokelat.
Koruptor, mereka dapat membeli hukum. Bahkan bagi mereka
penjara hanyalah kos – kosan yang suatu saat akan mereka tinggalkan. Jika masa
tahanan mereka habis. Menurut saya cara membasmi koruptor adalah dengan metode
membasmi serangga. Ya mereka harus dihukum mati layaknya serangga yang diberi
racun. Atau ambil semua harta mereka dan bagikan kepada orang yang membutuhkan.
Toh hampir semua aset – aset beharga mereka adalah dari uang rakyat.
Jadi menurut saya
perlakukan koruptor seperti serangga yang kotor dan membawa penyakit. Pukul,
geprak dan basmi dengan semprotan – semprotan beracun. Yang saya heran adalah
seorang maling ayam, jika mereka berada di kantor polisi pasti wajah mereka
babak belur dihakimi warga. Tapi kenapa koruptor mereka tidak babak belur saat
diintrogasi oleh pihak yang berwajib. Koruptor juga saat diintrogasi mereka
disediakan makanan atau minuman. Tapi seorang maling ayam malah disediakan
bogem mentah.
Hahahahha. Mungkin ini ciri dari negara kita Indonesia atau
mungkin ini sudah menjadi budaya. Oh iya saya lupa kitakan “harus melestarikan
budaya”
sumber : ulfamvn.blogspot.com/2013/04/tugas-1-manusia-dan-keadilan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar