kelompok 5 : penalaran deduktif
kelas : 3KA14
nama kelompok :
arya santosa
bayu aji
danang ibnu
rofinus da silva
roberto jose
Penalaran adalah proses berfikir yang meghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan tersebut akan muncul
proposisi – proposisi. Berdasarkan proposisi – proposisi itu akan diambil
sebuah kesimpulan atau akan muncul proposisi baru, inilah yang dinamakan
penalaran. Penalaran deduktif adalah penalaran untuk menarik kesimpulan berupa
prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan fakta – fakta yang bersifat
umum. Prosesn penalaran deduktif dimulai dari hal – hal umum, lalu menuju pada
hal – hal khusus. Contoh kalimat deduktif : Indonesia
adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain
itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak,
ambon dan masih banyak lagi suku - suku yang memiliki ciri khas masing – masing.
Macam – macam penalaran
deduktif :
·
Silogisme Kategorial
Silogisme
yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis
Umum : Premis Mayor (My)
Premis
Khusus : Premis Minor (Mn)
Premis
Simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam
simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan
predikat simpulan disebut term minor.
Aturan umum
dalam silogisme kategorial sebagai berikut :
Silogisme
harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah
Silogisme
terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan
kesimpulan.
Dua
premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
Bila
salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
Dari
premis yang postif, akan dihasilkan simpulan yang positif
Dari
dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan
Bila
premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
Dari
premis mayor khusus dan premis mayor negatif tidak dapat ditarik satu
simpulan.
Contoh
silogisme Kategorial :
My
: Semua pekerja di Sharp adalah lulusan S1.
Mn
: Novry adalah pekerja.
K
: Novry lulusan S1.
My
: Tidak ada manusia yang sempurna.
Mn
: Novry adalah manusia.
K
: Novry tidak sempurna.
My
: Semua pekerja memiliki keahlian.
Mn
: Novry tidak memiliki keahlian.
K
: Novry bukan pekerja.
·
Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang
berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya
membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, bila simpulannya juga
menolak berarti konsekuen.
Contoh :
My
: Jika tidak ada makanan, manusia akan kelaparan.
Mn
: Makanan tidak ada.
K
: Jadi, manusia akan kelaparan.
My
: Jika tidak ada matahari, tumbuhan tidak akan berfotosintesis.
Mn
: Tumbuhan tidak akan berfotosintesis.
K
: Tumbuhan tidak dapat matahari.
·
Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor
berupa proposisi alternatif. Proposisi
Alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu
alternatifnya, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
My
: Supplier Sharp berada di Bandung atau Sukabumi.
Mn
: Supplier Sharp berada di Bandung.
K
: Jadi, Supplier Sharp tidak berada di Sukabumi.
·
Entimen
Silogisme
ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun
lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh
Entimen :
Dia
menerima ciuman pertama kali karena dia telah berpacaran
Anda
telah menerima ciuman saat berpacaran, karena itu anda berciuman.
sumber :
sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://ayumegadarmaberlianlestari.blogspot.com/2013/10/penjelasan-mengenai-penalaran-induktif.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar