Muhammada Al-Fatih atau Sultan Muhammad II lahir pada 27
Rajab 835 H atau bertepatan pada 1432 M di kota Erdine, yaitu ibu kota Daulah
Utsmaniyah. Al-fatih merupakan putra dari sultan Murad II yang merupakan raja
keenam dari kerajaan Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang bersar terhadap
pendidikan ananya. Perhatian tersebut dapat dilihat dari sejak kecil Al-fatih
sudah menyelesaikan hafalan Al-qur’an , mempelajari hadis-hadis, mempelajari
ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falaq dan juga strategi perang. Selain itu
Al-fatih juga mempelajari berbagi acam bahasa diantranya bahasa Arab, Persia,
Latin, Yunani.
Al-fatih atau Sultan Muhammad II diangkat atau dinobatkan
sebagai khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 muharam 855 H atau tanggal 7
Februari 1451 M. Langkah pertama Al-fatih dalam kepemimpinannya yaitu melakukan
kebijakan militer dan poloitik luar negri yang strategis. Dia juga memperbarui
perjanjian dengan negara tetangga dan sekutu-sekut militernya. Pengaturan ulang
perjanjian itu bertujuan untuk menghilangkan pengaruh kerajaan Bizantium Romawi
pada wilayah-wilayah tetangga Utsmani baik secara militer maupun politis.
Al-fatih atau Sultan Muhammad II juga telah menyiapkan lebih
dari 4 juta pasukan yang akan mengepung konstatinopel. Pengepungan berlangsung
selama 50 hari. Pertahanan yang tangguh dari kerajaan Romawi ini terlihat sejak
awal. Bizantium juga telah memagari lau mereka dengan rantai yang membentaang
di semenanjung Tanduk Emas. Jadi tidak mungkin bisa mendekati benteng itu tanpa
melewati rantai yangg telah mereka pasang.
Sultan Muhammad II akhirnya menemukan ide yang ia anggap
ampuh untuk melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengangan apa yang dilakukan
oleh para pangeran Kiev untuk menyerang Bizantanium pada abad ke-10. Namun Al-fatih
lebih cerdik lagi denga terinpirasi dari ide para pangeran kiev. Al-fatih
menggadeng 70 kapalnya meintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang
kayu.
Dipagi harinya, Bizantanium dikagetkan mereka sama sekali
tidak mengira Sultan Muhammad II dan pasukannya menyebrangkan kapal-kapal
nereka lewat jalur darat. Peperangan dahsyatpun terjadi, akhirnya kerajaan
besar yang berumur 11 abad itu jatuh ketangan kaum muslilimin. Perang itu
mengakibatkan 265.000 paukan Islam gugur.
Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan pada 29
Mei 1453 M. Sultan Al-Ghazali Muhammad berhasil memasuki konstantinopel. Sejak
saat itu ia deikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
Saat memasuk kota Konstantinopel Sultan Muhammad Al-Fatih
lalu bersujud tanda syukur kepada Allah. Lalu ia menuju gereja Hagia Sophia dan
memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan pusat
pemerintahan kerajaan Utsmani dan berganti nama menjadi Islambul atau negeri
Islam. Lalu megalami perubahhan dan akhirnya menjadi Istanbul.
Sultan Muhammad Al-Fatih juga dikenal sebagai seorang
penyair. Ia mempunyai diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri. Sultan Muhammad
Al-Fatih juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah dan 59 tempat
pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal
adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’Abu Ayyub Al-Anshari.
Pada bulan Rabiul Awal tahun 886H. Sultan Muhammad Al-Fatih
pergi dari Istambul untuk berjihad, padahal ia sedang sakit. Di tengah
perjalanan, sakit yang ia deriita kian parah. Dokterpun didatangkan untuk
mengobatinya. Dan akhirnya pada tanggal 4 Rabiul Awal 886 H, Sultan Muhammad
Al-Fatih wafat pada usia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun.
sumber : http://kisahmuslim.com/muhammad-al-fatih-penakluk-konstantinopel/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar