Laman

Selasa, 13 Mei 2014

SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH Tugas TOU2 minggu ke 3

Muhammada Al-Fatih atau Sultan Muhammad II lahir pada 27 Rajab 835 H atau bertepatan pada 1432 M di kota Erdine, yaitu ibu kota Daulah Utsmaniyah. Al-fatih merupakan putra dari sultan Murad II yang merupakan raja keenam dari kerajaan Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang bersar terhadap pendidikan ananya. Perhatian tersebut dapat dilihat dari sejak kecil Al-fatih sudah menyelesaikan hafalan Al-qur’an , mempelajari hadis-hadis, mempelajari ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falaq dan juga strategi perang. Selain itu Al-fatih juga mempelajari berbagi acam bahasa diantranya bahasa Arab, Persia, Latin, Yunani.

Al-fatih atau Sultan Muhammad II diangkat atau dinobatkan sebagai khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 muharam 855 H atau tanggal 7 Februari 1451 M. Langkah pertama Al-fatih dalam kepemimpinannya yaitu melakukan kebijakan militer dan poloitik luar negri yang strategis. Dia juga memperbarui perjanjian dengan negara tetangga dan sekutu-sekut militernya. Pengaturan ulang perjanjian itu bertujuan untuk menghilangkan pengaruh kerajaan Bizantium Romawi pada wilayah-wilayah tetangga Utsmani baik secara militer maupun politis.
Al-fatih atau Sultan Muhammad II juga telah menyiapkan lebih dari 4 juta pasukan yang akan mengepung konstatinopel. Pengepungan berlangsung selama 50 hari. Pertahanan yang tangguh dari kerajaan Romawi ini terlihat sejak awal. Bizantium juga telah memagari lau mereka dengan rantai yang membentaang di semenanjung Tanduk Emas. Jadi tidak mungkin bisa mendekati benteng itu tanpa melewati rantai yangg telah mereka pasang.
Sultan Muhammad II akhirnya menemukan ide yang ia anggap ampuh untuk melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengangan apa yang dilakukan oleh para pangeran Kiev untuk menyerang Bizantanium pada abad ke-10. Namun Al-fatih lebih cerdik lagi denga terinpirasi dari ide para pangeran kiev. Al-fatih menggadeng 70 kapalnya meintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu.
Dipagi harinya, Bizantanium dikagetkan mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad II dan pasukannya menyebrangkan kapal-kapal nereka lewat jalur darat. Peperangan dahsyatpun terjadi, akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ketangan kaum muslilimin. Perang itu mengakibatkan 265.000 paukan Islam gugur.
Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan pada 29 Mei 1453 M. Sultan Al-Ghazali Muhammad berhasil memasuki konstantinopel. Sejak saat itu ia deikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
Saat memasuk kota Konstantinopel Sultan Muhammad Al-Fatih lalu bersujud tanda syukur kepada Allah. Lalu ia menuju gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan pusat pemerintahan kerajaan Utsmani dan berganti nama menjadi Islambul atau negeri Islam. Lalu megalami perubahhan dan akhirnya menjadi Istanbul.
Sultan Muhammad Al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia mempunyai diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri. Sultan Muhammad Al-Fatih juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’Abu Ayyub Al-Anshari.
Pada bulan Rabiul Awal tahun 886H. Sultan Muhammad Al-Fatih pergi dari Istambul untuk berjihad, padahal ia sedang sakit. Di tengah perjalanan, sakit yang ia deriita kian parah. Dokterpun didatangkan untuk mengobatinya. Dan akhirnya pada tanggal 4 Rabiul Awal 886 H, Sultan Muhammad Al-Fatih wafat pada usia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun.

sumber : http://kisahmuslim.com/muhammad-al-fatih-penakluk-konstantinopel/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar