Laman

Selasa, 17 Juni 2014

Manfaatkan Limbah Kulit Udang Sebagai Polimer Baterai Lithium Tugas TOU2 minggu ke 4

Perkembangan peralatan elektronik portabel,seperti telepon pintar, laptop,tablet dan lain - lain  berdampak pada kebutuhan yang tinggi akan baterai berenergi tinggi.komputer notebook berdampak pada kebutuhan yang tinggi akan baterai berenergi tinggi. Dari berbagai tipe baterai yang ada, baterai ion lithium merupakan baterai yang paling umum dipakai.
namun sangat disayangkan baterai ion lithium saat ini masih menggunakan elektrolit cair dalam penggunaannya. Elektrolit cair sangat mudah terbakar dan memiliki banyak dampak negatif, baik terhadap pengguna maupun lingkungannya.
salah satu komponen alternatif yang dapak digunakan sebagai pengganti elektrolit cair adalah elektrolit padat yang aman dan lebih ramah lingkungan,
selain itu baterai lithium yang memakai polimer padat juga memiliki keunggulan dapat diisi ulang. Hingga sesuai dengan kebutuhan manusia pada jaman sekarang.
Berangkat dari permalasahan diatas, Prof. Dr. I Made Arcana. Mengadakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan elektrolit polimer baru.


Chitosan sebagai material utama
Chitosan merupakan sebuah senyawa polimer alami yang dapat diperoleh dari deasetilasi kitin. Sayangnya, penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya menunjukkan bahwa chitosan masih memiliki konduktivitas ion yang rendah, bahkan setelah penambahan garam lithium asetat.
karena itu Arcana berusaha mengembangkan elektrolit polimer baru. Meskipun konduktivitas ionnya memadai, baterai dengan elektrolit polimer baru ini diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan baterai lithium polimer yang aman bagi pengguna dan ramah lingkungan. 
Kembangkan Membran Elektrolit Polimer dari Limbah Kulit Udang
Arcana melihat melimpahnya limbah kulit udang yang belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia sebagai sebuah peluang. Udang yang merupakan hewan berkelas crustacean memiliki kulit rangka luar yang tersusun dari kitin, sebuah polimer yang paling melimpah di laut. Deasetilasi kitin dapat menghasilkan sebuah senyawa polimer alami chitosan, yang telah banyak dimanfaatkan untuk elektrolit polimer.
Sebagai langkah awal, dilakukan penghilangan protein pada limbah kulit udang dengan proses deproteinasi, dan diikuti dengan penghilangan mineral dengan proses demineralisasi. Kulit udang yang telah mengalami kedua proses tersebut kini tak mengandung protein dan mineral lagi, sehingga diperoleh kitin murni yang siap diproses lebih lanjut melalui proses deasetilasi menjadi chitosan. Chitosan yang diperoleh dari isolasi limbah kulit udang kemudian dilarutkan bersama polietilen oksida (PEO) dan lithium perklorat sebagai garam pengion dalam pelarut yang sesuai, dan dicampur hingga homogen. Larutan polimer ini kemudian dituangkan di atas cawan petri sehingga pelarut dapat menguap.
Penelitian menunjukkan peningkatan konduktivitas ion hingga 4 kali dengan penggunaan chitosan yang diperoleh dari isolasi kulit kerang. Bahkan, konduktivitas membran polimer campuran chitosan, polietilen oksida, dan lithium ini dapat dimaksimumkan hingga 10 kali lipat dengan penambahan lithium perklorat. Membran elektrolit polimer inilah yang dapat dimanfaatkan secara potensial sebagai elektrolit polimer pada aplikasi baterai lithium.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar