Desember 2011
Musim liburan tiba. Saya beserta keluarga memutuskan untuk
pergi liburan ke salah satu icon jawa barat yaitu Bandung. Kami memtuskan
liburan di kota kembang jawa barat ini. Sekalian bersilaturahmi dengan beberapa
orang saudara. Saya memang tidak begitu mengenali saudar-saudara saya. Karena memang
kami jarang bertemu apalagi membuta acara bersama, itu sangat jarang kami
lakukan.
Alhsil saya hanya bisa duduk melamun melihat orang-orang disekitar
saya yang sedang asyik berbincang dan bercanda. Sesekali saya menjawab
pertanyaan-pertanyaan basa basi yang diajukan bebearapa saudara saya. Puas ngobrol
dan melamun saya beserta keluarga melanjutkan perjalanan kearah Lembang.
Hari sudah semakin sore dan sebentar lagi mataharipun
terbenam. Digantikan oleh cahaya sinar rembulan. Kami memutuskan menginap
disalah satu hotel masih bertempat dikawasan Lembang. Hotel yang tidak terlau
mewah, namun pelayanan dihotel ini terbilang bagus. Lebih baik menginap
dipenginapan biasa ini, dari pada menginap dipenginapan mewah itu pikir saya.
Pagi tiba sinar matahari perlahan mengeringkan embun dan
menghilangkan kabut yang turun semalam. Suasana pagi itu masih sangat tenang. Semua
seolah berjalan sangat lambat. Menikmati udara pagi di kota Lembang memang
sungguh nikmat. Aroma-aroma khas makanan kaki lima mewarnai pagi saya di kota
ini. Kami menikmati beberapa jajanan pasar sebagai menu sarapan pagi ini.
Matahari mulai meninggi. Kami memutuskan untuk pergi. Kami memutuskan
untuk pergi berekreasi kesalah satu tempat wisata di kota Lembang. Kami pergi
ke Tangkuban perahu. Perlahan mobil yang kami tumpangi bergerak meninggalkan
hotel menuju kawasan yang lebih tinggi dan lebih dingin lagi. Terlihat jajaran
pohon pinus, karet dan jati berdiri kokoh sepanjang jalan. Suasana hutan makin
terasa setelah memasuki kawasan Tangkuban perahu.
Setibanya disana saya beserta keluarga pergi melihat-lihat
pemandangan sekitar. Tak jarang pula saya melihat beberapa turis mancanegara. Rasa
penasaran kembali merasuki saya dan beberapa anggota keluarga. Saya dan kedua
orang kakak saya pergi mengitari kawah. Sepanjang perjalanan saya hanya melihat
beberapa rumah makan dan penjual pernak-pernik.
Kami berjalan makin jaauh dan memasuki hutan. Awalnya disamping
kiri dan kanan kami banyak turis yang juga berjalan untuk megitari kawah ini. Namun
lama kelamaan mereka semua berkurang satu persatu. Samapai pada disuatu titik
di kawasan ini. Hanya tinggal kami bertiga. Perlahan hawa yang kurang
menyenangkan datang mengitari tubuh kami. Kami merasa sedang diawasi oleh
sesuatu, namun kami tidak tau apa itu.
Semakin masuk kedalam hutan. Perasaan mencekam makin terasa.
Saya pernah merasakan perasaan ini dan saya tahu apa yang akan terjadi
selanjutnya. Salah satu kakak saya juga merasakan hal yang sama.
Namun tidak lama kami berjalan angin kencang yang entah dari
mana datangnya berputar disekeliling kami. Padahah langit sama sekali cerah
tanpa awan sedikitpun. Angin itu terus berputar menerbangkan daun dan ranting
yang berada disekitar kami. Setelah angin yang eneh itu pergi meninggalkan
kami. Kami tiba-tiba berhenti pada suatu titik di kawah itu.
Pelan terdengar suara aneh dari balik semak yang berada
disebelah kanan saya. Saura itu memang pelan namun saya tahu bunyi apa itu. Itu
adalah suara harimau yang menggeram. Namun suara itu perlahan pergi menghilang
dibawa angin. Kami bertiga hanya bisa diam mendengar geraman harimau tadi
dan kami memutuskan untuk kembali. Dari pada
terjadi hal yang tidak kami inginkan.
Selang beberapa minggu dari kejadian itu.
Ibu saya memang suka membeli satu majalah yang menceritakan sesuatu yang berbau
mistis. Dari bacaan tersebut saya membaca salah satu bacaan dimajalah itu. Bacaan
itu menceritkan tentang Tangkuban perahu. Dari bacaan tersebut saya jadi tahu.
Memang ada sesosok mahluk halus berwujud harimau yang mendiami kawasan
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar