Juni 2011.
Saya bersama semua teman seangkatan SMA Wijaya Kusuma. Pergi
untuk melakukan penulisan ilmiah. Lokasi yang dipilih oleh pihak sekolah adalah
salah satu desa di daerah jawa tengah. Desa ini tidak jauh dari kota Solo dan
tidak begitu jauh juga dari kota Jogjakarta.
Lokasi ini dipilih karena desanya yang masih sangat asri,
jauh dari keramaian kota, polusi udara dan tenetu saja polusi lampu dan suara. Desa
ini sangat tenang aman dan yaman. Kehidupan di desa ini sangat perlahan. Semuanya
berjalan lambat dan teratur.
Saya dan rombongan tiba di desa itu pada tengah hari dihari
jum’at. Setelah turun dari bis yang membawa kami ke desa itu. Rombongan disambut
oleh kepala desa beserta staff desa. Observasi atau penelitian dilakukan pada
sore hari menjelang maghrib. Pada saat observasi Saya dan kelompok menanyakan
beberapa hal seperti ekonomi, geografi dan sejarah. Namun saat ditanyakan
tentang hal-hal yang berbau misitis penduduk sekitar desa itu agak tertutup
tidak mau memberikan keterngan lebih lanjut. Mereka seolah-olah tidak mengerti
apa pertanyaan yang diajukan.
Malam hari di desa ini sangat dingin. Namun kami harus pergi
ke balai desa untuk mendengarkan penjelasan dan ceramah yang membosankan. Kami hanya
duduk santai tanpa mendengarkan pembicara. Seusai penjelasan dan ceramah yang
bertele-tele, akhirnya kami boleh pulang kerumah atau tempat tinggal kami
sementara selama, kami berada di desa itu.
Penerangan di desa ini masih sangat minim. Lampu penerangan
jalan hapir tidak ada. Ada beberapa lampu yang hanya berfungsi sebagai pajangan
di jalan-jalan desa. Alhasil kami menggunakan lampu HP, kamera atau benda
elektronik lainya yang bisa membantu kami dalam penerangan. Sesampai di rumah
kami langsung masuk ke ruang tidur. Saya sempat ngobrol dengan beberapa temen
saya. Saya berbicara tentang ha-hal yang berbau mistik dan horror.
Kata teman saya yang bernama Ardi dia sangat tidak nyaman
dengan kamar mandi yang berada di belakang. Memang kamar mandi itu tidak
memiliki lampu penerangan sama sekali. Jadi jika kami ingin mandi atau yang
lainnya harus dengan keadaan gelap. Saya mendengarkan cerita Ardi dengan
serius. Namun saya tidak percaya 100% dengan cerita dia. Saya tidak percaya
sebelum saya melihatnya sendiri.
Malam hari sekitar jam 11.30. Saya kebelet ingin buang air. Lalu
saya dengan langkah gontai pergi ke kamar mandi yang gelap itu. Saya masuk ke
dalam kamar mandi. Begitu dingin dan gelap di dalam sana. Saat saya sedang
buang air ada kejadian yang aneh. Saya mendengar beberapa suara aneh,namun saya
hiraukan. Tidak lama setelah suara itu hilang. Saya dilempari dengan beberapa
batu kerikil. Pada saat itulah saya baru sadar ada yang aneh pada kamar mandi
ini. Setelah batu kerikil, lalu langit-lagit atau atap rumah berbunyi keras
seperti diinjak-injak. Saat saya melihat keatas terlihatlah sosok putih yang
melayang diatas dengan rambut panjang.
Sosok putih itu seperti siluet atau bayangan yang
transparan. Saya tidak sempat melihat wajah dari sosok itu. Namun saya yakin
sosok itu adalah seorang wanita.
Saya bertemu dengan arwah atau hantu dari kamar mandi itu. Mungkin
dia ingin menunjukan keberadaanya kepada saya atau mungkin dia ingin minta
tolong kepada saya. Saya memang agak peka jika terjadi hal-hal mistis disekitar
saya. Keesokan harinya saya mendengar banyak kisah mistis dari tema-teman dan
guru-guru saya yang mereka alami sendiri.
Ada teman perempuan saya yang jatuh sakit karena membuang
pembalut disembarang tempat. Mungkin dia tidak tau bahwa kuntilanak sangat
menyukai darah perempuan yang sedang haid atau darah ibu-ibu yang baru saja
melahirkan. Pantas penduduk sangat tertutup dengan hal-hal mistis. Ternyata tempat
mereka tinggal penuh dengan hal-hal mistis. Mungkin mereka berpikir biar mereka
rasakan sendiri hal misitis di desa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar