Laman

Sabtu, 12 Januari 2013

MISTIS DI TAWANGMANGU


Juni 2011.
Saya bersama semua teman seangkatan SMA Wijaya Kusuma. Pergi untuk melakukan penulisan ilmiah. Lokasi yang dipilih oleh pihak sekolah adalah salah satu desa di daerah jawa tengah. Desa ini tidak jauh dari kota Solo dan tidak begitu jauh juga dari kota Jogjakarta.


Lokasi ini dipilih karena desanya yang masih sangat asri, jauh dari keramaian kota, polusi udara dan tenetu saja polusi lampu dan suara. Desa ini sangat tenang aman dan yaman. Kehidupan di desa ini sangat perlahan. Semuanya berjalan lambat dan teratur.

Saya dan rombongan tiba di desa itu pada tengah hari dihari jum’at. Setelah turun dari bis yang membawa kami ke desa itu. Rombongan disambut oleh kepala desa beserta staff desa. Observasi atau penelitian dilakukan pada sore hari menjelang maghrib. Pada saat observasi Saya dan kelompok menanyakan beberapa hal seperti ekonomi, geografi dan sejarah. Namun saat ditanyakan tentang hal-hal yang berbau misitis penduduk sekitar desa itu agak tertutup tidak mau memberikan keterngan lebih lanjut. Mereka seolah-olah tidak mengerti apa pertanyaan yang diajukan.

Malam hari di desa ini sangat dingin. Namun kami harus pergi ke balai desa untuk mendengarkan penjelasan dan ceramah yang membosankan. Kami hanya duduk santai tanpa mendengarkan pembicara. Seusai penjelasan dan ceramah yang bertele-tele, akhirnya kami boleh pulang kerumah atau tempat tinggal kami sementara selama, kami berada di desa itu.

Penerangan di desa ini masih sangat minim. Lampu penerangan jalan hapir tidak ada. Ada beberapa lampu yang hanya berfungsi sebagai pajangan di jalan-jalan desa. Alhasil kami menggunakan lampu HP, kamera atau benda elektronik lainya yang bisa membantu kami dalam penerangan. Sesampai di rumah kami langsung masuk ke ruang tidur. Saya sempat ngobrol dengan beberapa temen saya. Saya berbicara tentang ha-hal yang berbau mistik dan horror.

Kata teman saya yang bernama Ardi dia sangat tidak nyaman dengan kamar mandi yang berada di belakang. Memang kamar mandi itu tidak memiliki lampu penerangan sama sekali. Jadi jika kami ingin mandi atau yang lainnya harus dengan keadaan gelap. Saya mendengarkan cerita Ardi dengan serius. Namun saya tidak percaya 100% dengan cerita dia. Saya tidak percaya sebelum saya melihatnya sendiri.

Malam hari sekitar jam 11.30. Saya kebelet ingin buang air. Lalu saya dengan langkah gontai pergi ke kamar mandi yang gelap itu. Saya masuk ke dalam kamar mandi. Begitu dingin dan gelap di dalam sana. Saat saya sedang buang air ada kejadian yang aneh. Saya mendengar beberapa suara aneh,namun saya hiraukan. Tidak lama setelah suara itu hilang. Saya dilempari dengan beberapa batu kerikil. Pada saat itulah saya baru sadar ada yang aneh pada kamar mandi ini. Setelah batu kerikil, lalu langit-lagit atau atap rumah berbunyi keras seperti diinjak-injak. Saat saya melihat keatas terlihatlah sosok putih yang melayang diatas dengan rambut panjang.

Sosok putih itu seperti siluet atau bayangan yang transparan. Saya tidak sempat melihat wajah dari sosok itu. Namun saya yakin sosok itu adalah seorang wanita.
Saya bertemu dengan arwah atau hantu dari kamar mandi itu. Mungkin dia ingin menunjukan keberadaanya kepada saya atau mungkin dia ingin minta tolong kepada saya. Saya memang agak peka jika terjadi hal-hal mistis disekitar saya. Keesokan harinya saya mendengar banyak kisah mistis dari tema-teman dan guru-guru saya yang mereka alami sendiri.

Ada teman perempuan saya yang jatuh sakit karena membuang pembalut disembarang tempat. Mungkin dia tidak tau bahwa kuntilanak sangat menyukai darah perempuan yang sedang haid atau darah ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Pantas penduduk sangat tertutup dengan hal-hal mistis. Ternyata tempat mereka tinggal penuh dengan hal-hal mistis. Mungkin mereka berpikir biar mereka rasakan sendiri hal misitis di desa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar